Memanfaatkan Pekarangan Meunasah Sebagai Tempat Pengeringan Hasil Pertanian dan Perkebunan

IMG_20140409_150029Gampong Cot Baroh 9 April 2014 │Pada setiap Gampong di Aceh terdapat Meunasah yang berfungsi sebagai center of culture (pusat kebudayaan) dan center of education (pusat pendidikan) bagi masyarakat. Meunasah itu senderi sudah ade sejak Masa Sultan Iskandarmuda. Di Gampong Cot Baroh musim panen terus berlangsung, Masyarakat Gampong Cot Baroh memanfaatkan pekarangan Meunasah  untuk mengeringkan hasil pertanian yaitu gabah dan biji kakau  yang di panen di sawah dan perkebunan seiktar Gampong Cot Baroh.

IMG_20140409_112712

Masyarakat mengeringkan gabah untuk di simpan supaya tahan lama dan ada juga untuk modal yang akan dipakai pada musim tanam berikutnya dan ada juga yang dijual kemudian uang dari penjualan gabah  tersebut disimpan pada KOPEMAS “Koperasi Pemasaran Masyarakat Aceh” cabang Gampong Cot Baroh dengan nama “HAREUKAT MEUGOE”. Namun ada sedikit kendala pada saat musim penghujan, pekerangan meunasah tergenang air akibatnya masyarakat akan kesulitan  untuk melakukan kegiatan pengeringan baik berupa pengeringan  biji kakao, biji pinang dan lain-lain.

IMG_20140409_112648

Masyarakat mengharapkan dibangunya tempat penjemuran secara permanen, karena dengan adanya tempat penjemuran tersebut masyarakat akan sangat terbantu dalam hal pengeringan karena kalau kakau tidak dikeringkan dengan seperlunya maka harga jualnya akan anjlok. Pekarangan Meunasah yang tadinya digunakan untuk tempat penjemuran oleh masyarakat , alangkah indahnya jika  bangun taman dilengkapi pohon yang indah dan lampu hias layaknya taman didepan mesjid-mesjid besar di Indonesia salah satunya Mesjid  Raya Baiturrahman di Kota Banda Aceh.

TAMAN MESJID RAYA BANDA ACEH

 

│ Penulis Kamal │ Editor Safwaturrahman │ Gambar  Safwaturrahman│

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan