Gampong Sumber Data

Gampong merupakan sumber data untuk menentukan kebijakan pembangunan di negara ini, namun demikian Gampong masih dilihat sebelah mata, sehingga para pegawainya pun belum diperhatikan dengan  baik, penghasilan mereka masih jauh dibawah cukup, untuk menuju hidup yang sejahtera, selain itu juga masih banyak fasilitas Gampong yang belum diperhatikan, seperti kantor keuchik sebagai pusat administrasi Gampong, sarana kesehatan dan sarana umum lainya.

Dalam pengelolaan data masing-masing dinas memiliki bentuk dan keinginan sendiri dalam meminta data, terutama dalam bentuk tabel setiap saat berbeda, lalu dalam hal klasifikasi usia terjadi hal yg sama masing-masing mempertahankan keinginannya untuk membuat tabel data.

Banyak data yang sudah dilakukan di Gampong, seperti sensus penduduk, sensus ekonomi, sensus pertanian, sensus pendataan keluarga keluarga dan lain sebagainya, setelah data tersebut didapat dan dikumpulkan ke pihak yang menugaskan maka Gampong tidak mendapatkan hasil olahan dari data tersebut.  Berinisiatif untuk menggandakan lembaran formulir isian disamping membuang biaya, kami belum diajarkan atau  tidak memiliki kemampuan bagaimana mengelola atau menganalisa data tersebut lalu akhirnya menjadi tumpukan kertas, seolah kami adalah robot yang tidak boleh untuk mengembangkan ilmu tentang  pengelolaan data. Perangkat Gampong dituntut untuk bekerja secara maksimal dan juga seringkali banyak tugas yang disampaikan secara mendadak yang harus selesai saat itu juga terkadang tanpa melihat waktu.

Gerakan Desa Membangun mungkin akan menjawab sedikit demi sedikit keluhan yang dialami dan dirasakan desa khususnya untuk persoalan pengelolaan data dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Agung Budi Satrio (46) Mantan Kepala Desa Melung yang juga sebagai inisiator dari gerakan ini mengatakan Gerakan Desa Membangun (GDM) akan terus berupaya berjuang untuk mewujudkan itu semua, melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di berbagai tempat di Indonesia, dan akan terus mencari dukungan kepada semua pihak agar impian desa dapat terwujud dan desa tidak lagi menjadi obyek dan slogan para politikus negara ini, tapi akan menjadi subyek dari pembangunan di Indonesia tercinta .

Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat) atau dusun (Yogyakarta) atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). Kepala Desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Klèbun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, dan Kuwu di Cirebon, Hukum Tua di Sulawesi Utara.

Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah Nagari, di Aceh dengan istilah Gampong, di Papua dan Kuta Barat, Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat.

Gerakan Desa membangun yang inisiator dari gerakan ini adalah Agung Budi Satrio (46) Mantan Kepala Desa Melung yang sukses membangun desanya sebagai desa internet terdengar hingga Aceh khusnya di Gampong Cot Baroh lewat media yang mana sebelumnya Pemuda Gampong Cot Baroh telah merintis website Gampong Cot Baroh menggunakan blogger untuk persoalan pengelolaan data dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dilingkungan Pemerintah Gampong Cot Baroh dan kini Gampong Cot Baroh telah memiliki website gampongcotbaroh.desa.id jaringan dari Gerakan Desa membangun, maka dengan adanya website ini akan mempermudah sedikit demi sedikit keluhan yang kami rasakan terutama pengololaan data base Gampong berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi .

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan