Kekeringan Areal Sawah di Pidie Capai 740 Ha

Kekeringan Areal Sawah di Pidie Capai 740 Ha

* Merata di 10 Kecamatan

SIGLI – Dinas Pertanian Peternakan (Distannak) Pidie, mencatat luas areal persawahan yang dilanda kekeringan saat ini mencapai 740 hektare (Ha). Kekeringan itu juga telah melanda di 10 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di Pidie. Dari sejumlah kecamatan itu, yang parah adalah di Kecamatan Padang Tiji mencapai 340 hektare (Ha).

Sekretaris Distannak Pidie, Ir Fakruddin kepada Serambi Senin (17/2) menyebutkan, setelah diturunkan tim ke lapangan, diketahui total areal sawah yang telah kering mencapai 740 Ha dan tersebar di sepuluh kecamatan.

Dijelaskan, kategori sawah kering di Pidie masih tahap ringan. Kecuali di Kecamatan Padang Tiji, dari 340 Ha kering sebanyak 3 Ha di antaranya kering kategori sedang dan semakin parah. Ditambahkan, usia padi yang dilanda kekeringan itu baru 37 hari. Artinya sudah masa berbuah dan sangat memerlukan air. “Kalau kategori ringan masih bisa diupayakan lagi dengan mencari alternatif air dari sumur atau bantuan pompa. Tapi kalau kering ringan itu sudah parah,” terang Fakruddin.

Di sisi lain, ia mengaku, sulit mengatasi persoalan kekurangan air. Sebab, kondisi ini sama setiap tahun, adanya masa kemarau. Namun demikian petani bisa mencari alternatif air dengan menggali sumur. “Kami khawatir sekali, jika hujan belum juga turun, maka tanaman padi itu akan mati total,”ujar Fakruddin.

Kekeringan melanda tanaman padi, cukup meresahkan para petani di 10 kecamatan di Pidie. Para petani mengaku kesulitan untuk menggali sumur, karena ketiadaan biaya. “Jangankan untuk gali sumur, untuk makan saja kami kesulitan,” keluh Salmi, seorang petani di Simpang Tiga, Senin (17/2).

Hal senada juga disampaikan beberapa petani ditemui di daerah itu, kemarin. Mereka berharap supaya ada bantuan dari pemerintah sehingga tidak sampai terjadi gagal panen. “Kami harapkan adanya bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah kekeringan areal persawahan ini,”pungkas Salmi.(aya)…

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan