Panduan Pembuatan Akta Kematian

DASAR HUKUM PELAPORAN AKTA KEMATIAN

  1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pemerintah Desa
  2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Undang-undang nomor 23 Tahun 2006  tentang  Administrasi Penduduk
  4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 tentang persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

MANFAAT AKTA KEMATIAN

  1. Pengurusan Warisan.
  2. Pemberhentian dan Tunjangan Keluarga.
  3. Pengurusan Pensiun bagi Pegawai (Janda/Duda).
  4. Pengurusan Taspen.
  5. Melaksanakan Pencatatan Perkawinan (Cerai/Mati).
  6. Mengklaim Ansuransi Jiwa.
  7. Mengklaim Asuransi Jasa Raharja.
  8. Pencairan Dana/Tabungan Bank

PROSEDUR DAN PERSYARATAN PELAPORAN KEMATIAN

A. KEMATIAN DI TEMPAT DOMISILI

1.Persyaratan 

  1. Surat Pengantar RT dan RW atau Keuchik Gampong untuk mendapatkan surat keterangan dari Gampong atau Desa
  2. Keterangan Kematian dari dokter/paramedis
  3. KTP dan Kartu Keluarga yang bersangkutan
  4. Indetitas 2 (dua) orang saksi
  5. Akte kelahiran yang meninggal bagi yang memiliki

2. Tatat Cara

  1. Penduduk datang ke Petugas Registrasi di Gampong atau Desa atau mengdatangi Kantor Keuchik Gampong atau menghubungi Sekretaris Gampong atau Pak Keuchik dan mengisi formulir surat keterangan kematian
  2. Kepala Desa atau Keuchik Gampong menuruskan Surat Keterangan Kematian ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau ke UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  3.  Dalam hal UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tidak ada, Kepala Desa atau Keuchik Gampong mengirimkan formulir Surat Keterangan Kematian ke Kecamatan untuk diteruskan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.
  4. Penjabat Pencatatan Sipil pada UPTD Dinas Kependudukan dann Pencatatan Sipil  Kab/Kota mencatan dalam Register Akta dan menerbitkan Kutipan Akta Kematian.
  5. Penjabat Pencatatan Sipil menyerahkan Kutipan Akta Kematian Kepada pemohon, atau mengirimkan melalui gampong atau desa.

B. KEMATIAN DILUAR NKRI

1.Persyaratan

  1. Surat Keterangan Kematian dari Dokter/Paramedis
  2. Fotocopy Paspor
  3. Indetitas Lain

2. Tata Cara

  1. Kemetian dicatatkan pada Instansi yang berwenang di negara setempat, dilaporkan pada perwakilan Republik Indonesia, apa bila negara setempat tidak melayani, maka
  2. Pelapor mengisi formulir kematian pada Penjabat Konsuler untuk dicatat dalam Register dan diterbitkan Kutipan Akta Kematian.
  3. Pelapor sekembalinya di Indonesia pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ditempat domisili untuk dicatat dan direkam dalam data base kependudukan

C. KEMATIAN YANG TIDAK DIKETAHUI INDETITASNYA

1.Persyaratan

  1. Berita acara pemeriksaan dari kepolisian.

2. Tata Cara

  1. Pelapor /Pemohon datang ke UPTD Dinas / Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota  dengan mengisi formulir surat Keteragan  Kematian dengan menyerahkan Berita Acara Pemeriksaan dari Kepolisian
  2. Penjabat Pencatatan Sipil pada UPTD Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Kab/Kota mencatan dalam Rigister Akta Kematian dan menerbitkan Kutipan Akta Kematian

D. KEMATIAN YANG TIDAK DITEMUAKN JENAZAHNYA

1.Persyaratan

  1. Berita acara pemeriksaan dari Kepolisian
  2. Penetapan Pengadilan

2. Tata Cara

  1. Pelapor / Pemohon datang ke UPTD Dinas / Kependudukan dan Pecatatan Sipil Kab/Kota dan mengisi  formulir surat Keteragan  Kematian dengan menyerahkan Berita Acara Pemeriksaan dari Kepolisian
  2. Penjabat Pencatatan Sipil pada UPTD Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Kab/Kota mencatan dalam Rigister Akta Kematian dan menerbitkan Kutipan Akta Kematian

PENTING

Setiap Kematian wajib dilaporkan oleh Penduduk Kepada Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Kab/Kota ditempat terjadinya peristiwa paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah /sejak kematian

Pelapor Kematian yang melampauo batas waktu 30 (tiga puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun dikenai :

  • Sanksi administrasi berupa denda paling banyak Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan